DayinfoUtara – Nunukan – Pengurus Masjid Al-Ja’far menyampaikan permintaan perbaikan dan perluasan masjid melalui kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, S.H, yang dilaksanakan di Kecamatan Nunukan Selatan.
“Kondisi masjid saat ini sudah cukup memprihatinkan, terutama di bagian atap dan pagar yang rusak. Kami sudah beberapa kali mengajukan bantuan untuk perbaikan infrastruktur rumah ibadah ini, namun belum pernah terealisasi,” ujar Baharuddin, pengurus Masjid Al-Ja’far.
Baharuddin berharap, bantuan yang dijanjikan dapat benar-benar terealisasi agar jamaah dapat beribadah dengan nyaman.
Sementara itu, Burhanuddin meminta dukungan penuh dari DPRD agar proses perbaikan dapat dimasukkan dalam program prioritas tahun anggaran mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Irfan, warga RT 07, juga menyampaikan aspirasi lain kepada pemerintah agar segera menuntaskan pembangunan jalan di wilayahnya. Ia mengusulkan pembangunan jalan semenisasi di Gang Bahagia, drainase di sekitar Masjid Al-Ja’far, serta pembangunan fasilitas MCK di empat titik.
Sedangkan Deawati berharap pemerintah dapat menyediakan bus sekolah, karena biaya sewa kendaraan pelajar dinilai cukup memberatkan keluarga. Warga juga menyoroti kebutuhan air bersih, sarana transportasi sekolah, serta akses jalan pertanian yang masih terbatas.
Menanggapi berbagai usulan warga, Andi Fajrul Syam menyampaikan bahwa pihaknya akan meninjau langsung kondisi lapangan untuk menentukan prioritas perbaikan.
“Kami akan melihat langsung kondisi di lapangan untuk memastikan mana yang paling mendesak. Saya berjanji akan memperjuangkan perbaikan jembatan yang sudah lapuk agar aktivitas warga lebih aman,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi semangat masyarakat yang aktif menyampaikan aspirasi.
“Saya mengapresiasi semangat masyarakat yang terus menyampaikan saran dan kritik. Semua masukan akan kami perjuangkan. Reses ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk kepedulian kami dalam mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ucapnya.
Menutup kegiatan, Fajrul meninjau lokasi penjemuran rumput laut dan jembatan jerambah yang menjadi akses utama warga Kampung Somel dan Teritip. Ia berkomitmen memperjuangkan perbaikan jembatan yang sudah lapuk agar aktivitas warga lebih aman.
“Reses ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk kepedulian kami mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.












